Tampilkan postingan dengan label TUBUH KITA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUBUH KITA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Januari 2010

Apa Yang Membuat Kita Merasa Lapar?

Perasaan lapar adalah pesan yang dikirim ke otak oleh tubuhmu. Pesan ini berarti bahwa bahan nutrisi di dalam darah berkurang. Marilah kita lihat bagaimana hal ini terjadi.


Tubuh kita dan semua bagian yang hidup di dalam tubuh harus mempertahankan keseimbangan metabolisme. Ini berarti harus ada keseimbangan tertentu dan kontrol atas pemasukan bahan bakar dan penggunaannya. Untuk mengatur berat badan kita, kita merasa haus, lapar, dan mempunyai selera makan.


Di otak, kita mempunyai pusat rasa lapar. Ini bertugas sebagai rem aktivitas lambung dan usus. Ketika darah mendapat cukup materi nutritif, maka pusat rasa lapar menghentikan aktivitas dalam lambung dan usus. Tetapi, kalau kekurangan nutrisi, usus dan lambung menjadi aktif. Itulah sebabnya kau dapat mendengar perutmu berbunyi kalau kau lapar.


Tapi rasa lapar itu sendiri tidak ada hubungannya dengan perut kosong. Contohnya, orang yang sedang demam dapat mempunyai perut kosong dan tidak merasa lapar. Tubuhnya menggunakan persediaan protein untuk memberi makan dari dalam.


Kalau kau merasa lapar, tubuhmu menjerit meminta bahan bakar --- bahan bakar apa saja. Orang yang benar-benar lapar dapat makan apa saja. Selera makanmu yang memilih dan mencampur makanan sesuai dengan keinginan tubuhmu. Misalnya, seseorang duduk di depan meja makan, mungkin hanya semangkuk sup yang diinginkannya. Lalu ia makan daging dan sayuran. Tetapi kalau ia merasa sudah cukup dengan semua itu, ia akan makan pencuci mulut, kue, dan kopi. Tetap akan sulit sekali baginya untuk makan dalam jumlah yang sama kalau semuanya terdiri dari kentang!


Berapa lama makhluk hidup dapat bertahan tanpa makanan tergantung pada metabolismenya. Hewan berdarah panas mempunyai metabolisme yang lebih aktif, jadi menghabiskan persediaan bahan bakar lebih cepat. Semakin kecil binatang itu, dan semakin aktif, maka semakin cepat ia menggunakan persediaan makanannya.

(diambil dari beberapa sumber)






Read More..

Rabu, 13 Januari 2010

Apakah Memori itu?

Dapatkah kau menyebutkan abjad dengan mudah dan cepat? Dapatkah kau menulis namamu dengan mudah? Dapatkah kau memainkan tangga nada pada alat musik?

Mungkin kau akan berkata kau hafal semua ini. Tetapi apa yang sebenarnya kau lakukan adalah mempelajarinya. Dan caramu belajar adalah dengan membuat kebiasaan! Dengan kata lain, apa yang dulunya sulit, seperti mengucapkan abjad atau memainkan tangga nada, menjadi mudah dan hampir otomatis setelah kau membuat kebiasaan melakukannya. Jadi memori dapat dijelaskan sebagai cara membuat kebiasaan.


Manusia mempunyai sangat banyak kebiasaan yang membuatnya mampu melakukan banyak dari hal yang biasa dalam hidup, seperti memasang kancing atau mencuci tangan. Tapi misalkan kau membaca buku dan seseorang bertanya apa isi buku itu, atau untuk menceritakan sebuah kisah. Tentu saja ini tidak dapat disebut kebiasaan.

Tapi kalau kau mengamati situasi ini dengan cermat, kau akan melihat bahwa sesuatu yang mirip sekali dengan kebiasaan memegang peranan. Misalnya, dalam kebiasaan, kau belajar bagaimana meletakkan benda tertentu dalam susunan yang tepat. Sekarang, ketika kau harus menceritakan kisah dari dalam buku, atau mengatakan apa isinya, kau melakukan hal yang sama. Bahkan, beberapa psikolog berkata bahwa semua yang kita pelajari (dan ini juga berarti memori) terdiri dari kombinasi kebiasaan-kebiasaan sederhana.

Tapi ini tidak berarti bahwa untuk mempelajari atau mengingat kau hanya membuat kebiasaan dengan melakukan praktek berulang-ulang. Ada beberapa hal lain yang memasuki situasi yang memungkinkanmu mempelajarinya dan mengingat dengan lebih baik.

Salah satunya adalah kemauan belajar, atau motif, atau intensif. Hal lain yang juga penting adalah pengertian pada apa yang dipelajari. Misalnya, kau akan mempelajari (atau menghafal) puisi lebih cepat bila kau mengerti isinya. Dan kau juga akan lebih lama mengingatnya.

Bantuan lain yang juga penting dalam mempelajari dan mengingat adalah menghubungkan atau asosiasi ide baru dengan ide yang sudah kau simpan di memorimu.

(diambil dari beberapa sumber)





Read More..